<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Salsha Nugraha&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://salshanugraha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salshanugraha.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2010 09:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salshanugraha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Salsha Nugraha&#039;s Blog</title>
		<link>http://salshanugraha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salshanugraha.wordpress.com/osd.xml" title="Salsha Nugraha&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salshanugraha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TRANSDUKSI SINYAL</title>
		<link>http://salshanugraha.wordpress.com/2010/02/25/tstahpa/</link>
		<comments>http://salshanugraha.wordpress.com/2010/02/25/tstahpa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 09:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salshanugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salshanugraha.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[TRANSDUKSI SINYAL TERAPI ANABOLIK HORMON PARATIROID SEBAGAI ANTIOSTEOPOROSIS Kelenjar paratiroid adalah kelenjar sangat kecil yang terletak pada setiap lobus bagian posterior dan tiroid. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid (parathyroid hormon, PTH) atau parahormon. PTH adalah hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar paratiroid—empat kelenjar kecil yang terletak berdekatan dengan kelenjar tiroid di bagian bawah leher karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=31&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">TRANSDUKSI SINYAL TERAPI ANABOLIK HORMON PARATIROID SEBAGAI ANTIOSTEOPOROSIS</p>
<p style="text-align:left;">Kelenjar paratiroid adalah kelenjar sangat kecil yang terletak pada setiap lobus bagian posterior dan tiroid. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid (<em>parathyroid hormon, </em>PTH) atau parahormon.</p>
<p><a href="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2010/01/sistem-hormon-blogimage_image_6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-35" title="Sistem hormon BLOGimage_Image_6" src="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2010/01/sistem-hormon-blogimage_image_6.jpg?w=495" alt=""   /></a></p>
<p>PTH adalah hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar paratiroid—empat kelenjar kecil yang terletak berdekatan dengan kelenjar tiroid di bagian bawah leher karena itulah dinamakan paratiroid, yang artinya “di sebelah tiroid”. Meskipun kelenjar-kelenjar ini sangat dekat dengan tiroid.</p>
<p>Fungsi utama hormon paratiroid adalah mengatur kadar kalsium fosfat dalam darah. Tidak seimbangnya kalsium dan fosfat dalam darah akan mengakibatkan gangguan transmisi impuls saraf, kerusakan jaringan tulang, gangguan pertumbuhan tulang, dan tetani otot.</p>
<p>Hormon paratiroid dan aktivitas osteoklas. Aktivitas osteoklas terutama dikontrol oleh hormon paratiroid, yang dilepaskan oleh kelenjar paratiroid yang terletak tepat di belakang kelenjar tiroid. Pelepasan hormon paratiroid meningkat sebagai respons terhadap penurunan kadar kalsium serum. Hormon paratiroid menigkatkan aktivitas osteoklas dan menstimulasi penguraian tulang sehingga membebaskan kalsium ke dalam darah. Peningkatan kalsium serum berkerja dengan cara umpan balik negatif untuk menurunkan pelepasan hormon paratiroid lebih lanjut. Terdapat hipotesis bahwa estrogen mengurangi resorpsi tulang dengan hambat efek hormon paratiroid pada osteoklas; mekanisme ini tidak diketahui. Efek lain hormon paratiroid adalah meningkatkan kalsium serum dengan menurunkan ekskresi kalsium oleh ginjal. Hermon paratiroid juga meningkatkan ekskresi ion fosfat oleh ginjal sehingga menurunkan kadar fosfat darah. Aktivasi vitamin D di ginjal bergantung pada hormon paratiroid.</p>
<p>Osteoporosis merupakan penyakit penurunan kekuatan tulang karena tulang mengalami pengeroposan. Atau juga suatu penyakit tulang yang ditandai dengan adanya penurunan masa tulang dan perubahan struktur pada jaringan mikroarsitektur tulang, yang menyebabkan kerentanan tulang meningkat disertai kecenderungan terjadinya fraktur, terutama pada proksimal femur, tulang belakang dan pada tulang radius.<img class="alignright" title="Osteoporosis_1" src="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2010/01/osteoporosis_1.jpg?w=242&#038;h=261" alt="" width="242" height="261" /></p>
<p>Hampir separuh masa kehidupan terjadi mekanisme kerusakan tulang ( resorpsi ) dan pembentukan tulang (formasi). Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat dibandingkan dengan kerusakan tulang. Titik puncak massa tulang (<em>Peak bone mass</em> ) tercapai pada sekitar usia 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resopsi tulang menjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroarsitektur tulang khususnya pada tulang trabekular.</p>
<p>Osteoblast (dari kata Yunani untuk &#8220;tulang&#8221; dan &#8220;benih&#8221; atau embrio) adalah sebuah mononukleat sel yang bertanggung jawab untuk pembentukan tulang. Osteoblast menghasilkan osteoid, yang terutama terdiri dari Tipe I kolagen. Osteoblast juga bertanggung jawab untuk mineralisasi dari osteoid matriks. Tulang adalah jaringan dinamis yang terus-menerus dibentuk kembali oleh osteoblas, yang membangun tulang, dan osteoklas, yang mengisap tulang. Sel Osteoblast cenderung menurun sebagai individu menjadi tua, sehingga mengurangi renovasi alami jaringan tulang.</p>
<p>Komplikasi osteoporosis yang terpenting, yaitu fraktur tulang, tidak hanya membutuhkan pengobatan berbiaya besar, tapi juga meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Oleh karena itu, pencegahan dan terapi untuk penyakit tersebut merupakan hal yang sangat penting. Sejauh ini, agen antiresorpsi tulang merupakan ujung tombak penatalaksanaan osteoporosis. Hal ini disebabkan karakteristik osteoporosis yang terjadi setelah menopause adalah resorpsi tulang yang melebihi pembentukan tulang. Prinsip kerja agen antiresorptif sendiri adalah mengatasi ketidakseimbangan turnover tulang pada tingkat jaringan, demikian sehingga mengatasi osteoporosis.</p>
<p>Baru-baru ini penelitian di bidang osteoporosis sedang diarahkan pada terapi anabolik yang bertujuan meningkatkan pembentukan tulang. Prinsip tersebut tentu berbeda dengan cara kerja agen antiresorptif. Mekanisme anabolik tersebut juga bekerja pada tingkat yang lebih spesifik, yakni tingkat selular, biokimia, bahkan molekular. Berikut ini akan dibahas mengenai mekanisme agen anabolik polipeptida dan stronsium ranelat sebagai pilihan terapi baru untuk mengatasi osteoporosis.</p>
<p>Osteoblas, sel yang bertanggung jawab pada pembentukan tulang, adalah target dari terapi anabolik. Ada tiga sinyal khusus yang menentukan replikasi dan diferensiasi dari sel preosteoblas, mengatur osteoblastogenesis, dan secara tidak langsung juga berpengaruh pada penambahan massa tulang, yaitu protein morfogenetik tulang, Wnt, dan insulin-like growth factor-I (IGF-I). Dalam hal ini, hormon paratiroid (PTH) dan growth hormone juga turut berperan dalam menginduksi sintesis IGF-I .</p>
<p>Sinyal pertama adalah protein morfogenetik tulang yang berikatan dan mengaktifkan reseptor spesifik untuk menginisiasi sinyal transduksi pemicu osteoblastogenesis. Jalur tersebut dapat dihambat oleh antagonis protein morfogenetik tulang. Sementara itu, jalur sinyal yang dilalui Wnt pada sel tulang disebut jalur canonical Wnt-β-catenin. Pada jalur ini juga terdapat antagonis yang bisa menghentikan penyaluran sinyal, seperti sklerostin dan Dickkopf-1 (Dkk-1), di mana keduanya diekspresikan oleh ostebolas dan osteosit. Ketika antagonis protein morfogenetik tulang dan Wnt diekspresikan terutama di tulang, hal tersebut dapat menjadi target yang baik untuk terapi anabolik. Namun, jika pengurangan antagonis tersebut terjadi selain di tulang, hal tersebut malah dapat menyebabkan efek samping.</p>
<p>Sinyal yang ketiga, IGF-1, berfungsi memediasi efek dari hormon pertumbuhan terhadap pertumbuhan tulang secara longitudinal. Zat ini berguna untuk pertumbuhan dan pemeliharaan massa tulang karena mempengaruhi fungsi dan mencegah apoptosis osteoblas. IGF-1 disintesis di antaranya di hati dan tulang, yang prosesnya tergantung terutama oleh kadar PTH. Overekspresi dari IGF-1 menyebabkan peningkatan pembentukan tulang yang meningkatkan masssa tulang. Sebaliknya, delesi molekul pengkode IGF-1, reseptor IGF-1, serta insulin-receptor substrate (IRS) 1 dan 2 akan menimbulkan osteopenia. Melalui mekanisme tersebut dapat disimpulkan bahwa IGF-1 adalah pengatur massa tulang yang utama.</p>
<p>Seperti yang telah disebutkan di atas, IGF-1 tidak sempurna aktivitasnya jika tidak dibantu oleh keberadaan PTH. Para ahli meyakini peran PTH yang tidak kecil. Hal tersebut dibuktikan setelah menemukan bahwa pemberian PTH dosis kecil secara intermiten dapat memberikan efek anabolik bagi tulang. Efek anabolik tersebut terdiri dari dua macam, yakni langsung dan tidak langsung. Efek langsung PTH terlihat dari perannya dalam meningkatkan aktivitas mitosis osteoblas serta menurunkan apoptosisnya. Sementara efek tidak langsungnya berkaitan dengan aksi PTH meningkatkan sintesis IGF-1 pada osteoblas dan menurunkan ekspresi antagonis jalur Wnt-β-catenin, yaitu sklerostin. Di samping semua aktivitas anabolik PTH yang telah diketahui, masih ada satu hal yang masih menjadi pertanyaan. Para ahli menemukan bahwa pemberian PTH terus menerus dalam jangka panjang malah memberikan efek katabolik pada tulang, terutama di bagian korteksnya. Ada dugaan bahwa efek anabolik atau katabolik yang dihasilkan PTH tergantung pada jalur sinyal yang dilewatinya. Sayangnya, mekanisme intraseluler PTH masih sangat sedikit yang diketahui.</p>
<p>Beberapa zat yang berperan penting dalam sinyal pembentukan tulang di atas dapat dijadikan sebagai agen untuk terapi anabolik. Secara ringkas, zat-zat tersebut adalah PTH, stronsium ranelat, hormon pertumbuhan, IGF-1, dan antagonis sklerostin. Namun, yang selanjutnya dibahas dalam tulisan ini hanya PTH, karena PTH adalah zat yang memiliki peran utama dalam sinyal pembentukan tulang.</p>
<p>Sebagai realisasi dari teori tentang PTH di atas, telah tersedia preparat PTH yang diberi nama teriparatid. Pemberian teriparatid sebesar 20 µg subkutan setiap hari selama 21 bulan pada wanita postmenopause terbukti meningkatkan densitas mineral tulang (BMD) vertebra. Hal tersebut ditandai oleh pengurangan insidens fraktur vertebra sebesar 65% dan 54% pada tulang nonvertebra. Bila dibandingkan dengan khasiat agen antiresorpsi, keberhasilan teriparatid dalam meningkatkan BMD lebih baik. Teriparatid juga kini telah bisa didapatkan di banyak tempat di seluruh dunia, meskipun PTH yang bekerja jangka panjang hanya terdapat di Eropa.</p>
<p>Di beberapa tempat di Eropa, ada syarat bagi seorang pasien yang ingin menjalani terapi teriparatid. Di antaranya adalah kegagalan terapi dengan bisfosfonat dan pernah mengalami fraktur tulang sebelumnya. Pembatasan tersebut dilakukan mengingat harga teriparatid yang terbilang mahal dan pemberiannya yang hanya bisa dilakukan melalui suntikan subkutan setiap hari.</p>
<p>Di samping segala kelebihan dan keberhasilan yang diberikan oleh teriparatid, obat ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Beberapa kelemahan tersebut antara lain harganya yang mahal, belum dapat diakses di seluruh dunia, serta durasi terapi yang masih terbatas, yaitu hanya sekitar dua tahun. Hal tersebut disebabkan belum ada penelitian yang menguji keamanan dan efikasinya apabila penggunaan obat tersebut melebihi dua tahun. Setelah penggunaan teriparatid dihentikan, penurunan BMD yang tajam akan terjadi. Oleh karena itu, sangat penting untuk langsung memberikan agen antiresorpsi seperti bisfosfonat setelah terapi dengan teriparatid agar BMD yang telah berhasil dicapai dapat terpelihara. Belum diketahui berapa lama bifosfonat harus diberikan, namun beberapa ahli menganjurkan agar terapi tersebut diberikan jangka panjang.</p>
<p>Teriparatid juga memiliki efek samping, yaitu hiperkalsemia. Hal tersebut ditemukan pada 1-3% pasien yang mendapat terapi teriparatid. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengurangi konsumsi kalsium dan vitamin D. Insidens hiperkalsemia dan hiperkalsiuria yang lebih tinggi dijumpai pada pasien yang mengkonsumsi PTH. Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa praktisi medis menyarankan untuk memeriksa kadar kalsium darah satu bulan setelah terapi dimulai. Asam urat serum juga dapat meningkat, namun tidak sampai menimbulkan gout yang menimbulkan gejala klinis. Selain itu, ada beberapa efek samping lain yang jarang timbul, yaitu pusing, mual, dan kram tungkai.</p>
<p>Kontraindikasi untuk obat ini adalah anak-anak dan orang hiperkalsemia, menderita penyakit paget tulang yang sedang aktif, kanker tulang baik yang primer maupun metastasis, dan riwayat radiasi tulang. Hal itu ditentukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya osteosarkoma. Kontraindikasi tersebut bukannya tidak beralasan. Efek samping osteosarkoma ternyata ditemukan pada tikus percobaan yang diberikan teriparatid dosis tinggi atau PTH secara terus menerus. Baru-baru ini juga pernah dilaporkan sebuah kasus osteosarkoma pada wanita yang telah mendapat terapi teriparatid selama satu tahun.</p>
<p>Pasien yang sebelumnya pernah mendapat terapi dengan bisfosfonat atau raloxifen juga tidak perlu khawatir. Kedua obat tersebut, di mana mekanisme kerjanya adalah menurunkan sedikit turn over tulang, tidak menimbulkan pengaruh berarti terhadap respons terapi teriparatid. Namun, hal tersebut berbeda dengan alendronat. Inhibitor poten turn over tulang tersebut akan mengganggu respon awal terapi teriparatid.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>REFERENSI</p>
<p>Nugraha, Salshabilla F. 2009. Paper Farmakognosi, Transduksi Sinyal Terapi Anabolik Hormon Paratiroid Sabagai Antiosteoporosis. Universitas Padjadjaran Fakultas Farmasi. Bandung.</p>
<p>Baradero, Mary. Mary Wilfrid Dayrit. dan Yakobus Siswadi. 2009. <em>Klien Ganguan Endokrin Seri Asuhan Keperawatan.</em> Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal.7</p>
<p>Cosman, Felicia. 2006. <em>Osteoporosis</em>. B First. Bandung. Hal.201</p>
<p>Crowin, Elizabeth J. 2009. <em>Buku Saku Patofisiologi Corwin</em>. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal.329-330</p>
<p>Isnaeni, Wiwi. 2006. <em>Fisiologi Hewan.</em> Kanisius. Yogyakarta. Hal.118</p>
<p>Karin. 2008. <em>Terapi Anabolik dengan Hormon Paratiroid, Trobosan Baru Perangi Osteoporosis.</em> Perkumpulan Endokrinologi Indonesia . Tersedia di <a href="http://www.perkeni.net/index.php?page=buletin_view&amp;id=101">http://www.perkeni.net/index.php?page=buletin_view&amp;id=101</a> [diakses tanggal 21 November 2009]</p>
<p>Para penyumbang/kontributor Wikipedia. 2009. Osteoporosis. Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Tersedia di <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Osteoporosis&amp;oldid=2668445">http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Osteoporosis&amp;oldid=2668445</a> [diakses tanggal 21 November 2009]</p>
<p>Permana, Hikmat. 2009. <em>Patogenesis dan Metabolisme Osteoporosis pada Manula</em>. FK Universitas Padjadjaran. Bandung. Tersedia di <a href="http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/patogenesis_dan_metabolisme_osteoporosis_pada_manula.pdf">http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/patogenesis_dan_metabolisme_osteoporosis_pada_manula.pdf</a> . Hal. 1 [diakses tanggal 23 November 2009]</p>
<p>Wikipedia contributors. 2009. <em>Osteoblast</em>. Wikipedia, The Free Encyclopedia. Available at <a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;ie=UTF-8&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://en.wikipedia.org/w/index.php%3Ftitle%3DOsteoblast%26oldid%3D330868932&amp;prev=_t&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;twu=1&amp;usg=ALkJrhhiclW1cPFymgPvzUa4vnIK_j9CHg">http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Osteoblast&amp;oldid=330868932</a> [diakses tanggal 21 November 2009]</p>
<p>Zacky, Dzulfikar. 2009. <em>Mengenal Osteoporosis</em>. Tersedia di <a href="http://www.juraganmedis.com/mengenal-osteoporosis.html">http://www.juraganmedis.com/mengenal-osteoporosis.html</a> [diakses tanggal 21 November 2009]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salshanugraha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salshanugraha.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=31&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salshanugraha.wordpress.com/2010/02/25/tstahpa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23ce184ec6754ab9ee8dd111253afa0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2010/01/sistem-hormon-blogimage_image_6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sistem hormon BLOGimage_Image_6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2010/01/osteoporosis_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Osteoporosis_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10,10 opera Beta dengan Opera Unite: Web server di browser Web</title>
		<link>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/08/1010-opera-beta-dengan-opera-unit/</link>
		<comments>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/08/1010-opera-beta-dengan-opera-unit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 00:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salshanugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Browser]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Opera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salshanugraha.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Opera adalah Web browser cepat dan aman dari perusahaan browser yang paling inovatif . Opera Unite memungkinkan Anda untuk men-download dan menjalankan aplikasi Web dan berbagi konten dengan orang lain dengan cepat dan mudah. Sekarang ini Opera mulai memperkenalkan versi beta dar Opera Unite pada Opera 10.10 Beta diusung sebagai sebuah platform yang memudahkan pengembanagn [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=16&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/Users/Acer/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /><img src="/Users/Acer/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /><a rel="attachment wp-att-17" href="http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/08/1010-opera-beta-dengan-opera-unit/unite-small/"><img class="alignleft size-full wp-image-17" title="unite-small" src="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2009/11/unite-small.jpg?w=495" alt="Opera unite"   /></a>Opera adalah Web browser cepat dan aman dari perusahaan browser yang paling  inovatif . Opera Unite memungkinkan Anda untuk men-download dan  menjalankan aplikasi Web dan berbagi konten dengan orang lain dengan  cepat dan mudah.</p>
<p>Sekarang ini Opera mulai memperkenalkan versi beta dar Opera Unite pada <a href="http://www.opera.com/browser/next/" target="_blank">Opera 10.10 Beta</a> diusung sebagai sebuah platform yang memudahkan pengembanagn aplikasi pada browser sehingga memungkinkan sebuah aplikasi dibuat untuk pengguna Opera.</p>
<p>Beberapa aplikasi seperti <em>File sharing</em> yang membuat pengguna berbagi file dari komputer tanpa harus meng-<em>upload</em>.</p>
<p><em>Web Sarver</em> yang mengubah Opera menjadi web server instan sebagai host situs web langsung dari komputer.</p>
<p><em>Media Player</em> dengan aplikasi <em>Media Player</em>, Anda dapat menikmati semua musik Anda dari browser Web apapun, di mana saja, seketika. Anda dapat menggunakannya dengan dekstop apapun dan pemutar musik yang mendukung streaming playlist.</p>
<p><em>Fridge</em> nikmati menyenangkan catatan ditinggalkan di komputer Anda oleh teman-teman.</p>
<p><a href="http://www.opera.com/browser/download/?ver=10.10b1" target="_blank">Downlod Opera 10.10 Beta Now here</a></p>
<p>sumber :</p>
<p>http://www.opera.com/</p>
<p>http://www.softpedia.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salshanugraha.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salshanugraha.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=16&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/08/1010-opera-beta-dengan-opera-unit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23ce184ec6754ab9ee8dd111253afa0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2009/11/unite-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">unite-small</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stem Sel (Sel Punca / Sel Induk)</title>
		<link>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/06/stem-sel/</link>
		<comments>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/06/stem-sel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salshanugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[sel]]></category>
		<category><![CDATA[sel induk]]></category>
		<category><![CDATA[Sel punca]]></category>
		<category><![CDATA[stem cell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salshanugraha.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&#38;sl=en&#38;tl=id&#38;u=http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/cellrepair.html&#38;prev=hp&#38;rurl=translate.google.co.id&#38;usg=ALkJrhiIwvf7vbrHssa4xocCg4CbJcxjNQ
http://www.guardian.co.uk/science/2009/jan/08/stem-cells-bone-marrow-heart-attack
http://charmedkath.blogspot.com/2009/01/great-moral-dilemma-use-of-embryonic.html
http://www.beritaindonesia.co.id/kesehatan/menelisik-transplantasi-stem-sel/
www.stemcells.nih.gov
Laporan Tugas Kuliah Anatomi Fisiologi Manusia 1 Punya Saya sendiri.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=3&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2009/01/08/StemCell.article.jpg" alt="Stem cell emerging from bone marrow" width="290" height="239" /><strong> Sel punca</strong> atau <strong>sel induk</strong> (bahasa inggris: <em><strong>stem cell</strong></em>) merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi untuk dapat berdiferensiasi menjadi jenis sel lain. Kemampuan tersebut memungkinkan sel induk menjadi sistem perbaikan tubuh dengan menyediakan sel-sel baru selama organisme bersangkutan hidup.</p>
<h3>Berdasarkan asalnya</h3>
<h4>Sel induk embrio (<em>embryonal stem cells</em>)</h4>
<p>Sel induk ini diambil dari embrio pada fase blastosit (5-7 hari setelah pembuahan). Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung sel-sel induk embrionik. Sel-sel diisolasi dari massa sel bagian dalam dan dikultur secara <em>in vitro</em>. Sel induk embrional dapat diarahkan menjadi semua jenis sel yang dijumpai pada organisme dewasa, seperti sel-sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal, dan sel-sel lainnya.</p>
<h4>Sel induk dewasa (<em>adult stem cells</em>)</h4>
<p>Sel induk dewasa mempunyai dua karakteristik. Karakteristik pertama adalah sel-sel tersebut dapat berproliferasi untuk periode yang panjang untuk memperbarui diri. Karakteristik kedua, sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai karakteristik morfologi dan fungsi yang spesial.</p>
<p style="text-align:left;">Sel yang dapat bereplikasi menjadi <em>mature cell</em> dengan karakteristik dan bentuk khas. Teminologi stem sel oleh para peneliti dibedakan berdasarkan karakteristik <em>in vivo</em>, in vitro dan paska transplantasi <em>in vivo</em>; yaitu:</p>
<p><strong>1</strong>. <strong>Totipoten</strong></p>
<p>Sel berasal dari sel telur yang mempunyai kemampuan menjadi sel dan jaringan embrio serta jaringan yang mendukung pertumbuhan embrio itu sendiri. Mamalia mempunyai 200 jenis sel yang meliputi sel saraf (neuron), sel otot (miosit), sel kulit (epitelial), sel darah (eritrosit, monosit,linfosit dll), sel tulang (osteosit) dan sel kartilago (kondrosit). Sel yang juga berperan pada pertumbuhan embrio meliputi jaringan ektraembrional, plasenta dan tali pusat.</p>
<p><strong>2. Pluripoten</strong></p>
<p>Sel berasal dari 3 lapisan germinal embrio yang berasal dari <em>inner cell</em> blastokis sebelum menempel pada dinding  uterus. Ketiga lapisan tersebut terdiri dari; mesoderm, endoderm dan ektoderm yang merupakan cikal dari semua sel dalam tubuh. (Gambar 1) Mesoderm merupakan cikal dari sumsum tulang, korteks adrenal, jaringan limfe, otot polos, otot jantung, otot rangka, jaringan ikat, sistim urogenital dan sistim vaskular. Endoderm merupakan cikal dari timus, tiroid, paratiroid, laring, trakhea, paru, vesika urinaria, vagina, uretra, GIT. Sedangkan lapisan terakhir, ektoderm merupakan cikal dari kulit, jaringan saraf, medula adrenal, hipofisis, jaringan ikat kepala dan wajah, mata dan telinga.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://3.bp.blogspot.com/_uf4K-brrJuk/SXviqUYsuDI/AAAAAAAAAlE/RAolnc_8stc/s320/Embryonic+Stem+Cell.jpg" alt="" width="320" height="311" /></p>
<p><strong>3. Unipoten</strong></p>
<p>Terminologi ini digunakan pada sel yang berasal dari suatu organ, sehingga hanya mampu membentuk sel yang sama, sehingga dengan karakteristik demikian maka stem sel dapat berupa stem sel embrional dan stem sel dewasa. Stem sel germional mempunyai karakteristik totipoten dan pluripoten, stem sel ini diperoleh dari jaringan embrio 4 hari. Jika sel berasal dari gonadal ridge fetus 5-10 minggu maka disebut sel germ embrional. Sedangkan stem sel dewasa mempunyai karakteristik unipoten dan didapat dari organ tertentu. Stem sel dewasa merupakan progenitor atau precursor sel yang akan berkembang menjadi sel mature dengan bentuk dan karakteristik yang khas. Saat diferensiasi ini terjadi, gen tertentu teraktivasi dan gen lainnya bersifat inaktif. Stem sel dewasa meskipun sulit untuk diisolasi dan diidentifikasi, sel ini yang diharapkan berperan dalam dunia terapi. Sering kali stem sel dewasa diperoleh dari sumsum tulang dan terdiri dari stem sel hematopoitik dan stem sel stromal. Selain itu stem sel juga dapat dijumpai di tali pusat dan serebral. Stem sel dewasa yang terdapat dalam serebral terutama didalam hipokampus.</p>
<p><img class="size-full wp-image-7 alignleft" title="blastocyst" src="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2009/11/blastocyst1.jpg?w=495" alt="blastocyst"   /></p>
<p>﻿﻿﻿          Beberapa sel dapat mereplikasi seperti kulit, otot dan sel-sel darah. Ketika sebuah sel membelah untuk membuat sel baru, itu disebut replikasi. Beberapa sel tidak dapat mereplikasi juga, seperti otak, saraf, beberapa otot dan ginjal rusak parah dan sel-sel hati . Para ilmuwan sedang bekerja pada cara untuk membuat sel-sel bereproduksi atau perbaikan untuk membantu dengan penyakit. Hal ini akan menjadi besar untuk penyakit Alzheimer, cedera tulang belakang, atau cedera saraf lainnya, multiple sclerosis, muscular dystrophy, penyakit hati dan gagal ginjal. Daftar tersebut dapat menjadi masalah yang tidak ada ujungnya.</p>
<p>Namun parailmuwan yakin bahwa sel-sel induk di mana-mana di dalam tubuh Anda, tetapi mereka tidak yakin apa penampilan mereka. Para ilmuwan masih belajar bagaimana mengontrol pertumbuhan sel-sel induk.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell2_neuron.jpg" alt="Bagaimana Sel Stem Cells Turn Into Mature" width="300" height="414" /></p>
<p>Diagram ini menunjukkan bahwa beberapa sel-sel induk dapat berubah menjadi sel yang berbeda. Stem cell diberikan perintah untuk mengubah. Dalam proses tersebut, sel-sel induk mendapatkan lebih matang dan memutuskan jenis sel mereka akan.</p>
<p>&#8220;committed stem cell&#8221; berarti bahwa mereka mungkin tidak dapat mengubah menjadi tipe yang berbeda sel induk.</p>
<p>Ketika sel telah sepenuhnya berubah menjadi jenis sel matang, misalnya sel saraf, ia tidak dapat mengubah kembali menjadi sel batang dan tidak dapat berubah menjadi jenis lain dari sel</p>
<p>Dapatkah Anda bayangkan betapa baiknya itu akan membuat sel-sel saraf baru tumbuh &#8230;. untuk memperbaiki saraf-saraf di tulang belakang &#8230;.<br />
sehingga orang ini tidak akan berada di kursi roda!</p>
<p><a href="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell3_neuron.gif"><img class="alignleft" src="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell3_neuron.gif" alt="This Is A Nerve Cell" width="162" height="162" /></a><img class="alignright" src="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell_2.gif" alt="Ini Digunakan Untuk Be A Stem Cell Tapi It Turned Into A Nerve Cell" width="158" height="158" /><a style="text-decoration:none;" href="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell4.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell4.jpg" alt="This Is Syaraf lain Cell" width="153" height="153" /></a></p>
<p>Transplantasi sel induk dapat berupa:</p>
<ul>
<li><em>Transplantasi autologus</em> (menggunakan sel induk pasien sendiri, yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi dosis tinggi)</li>
<li><em>Transplantasi alogenik</em> (menggunakan sel induk dari donor yang cocok, baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan keluarga), atau</li>
<li><em>transplantasi singenik</em>(menggunakan sel induk dari saudara kembar identik.</li>
</ul>
<p>Teknik pengobatan dalam dunia kedokteran terus berkembang. Seakan tidak ingin dikalahkan penyakit berat, para peneliti mengembangkan proyek-proyek penelitian demi mencari pengobatan terbaik bagi kesehatan manusia, salah satunya transplantasi stem sel.</p>
<p>Salah satu tujuan dibuat stem sel adalah untuk keperluan riset agar para ahli makin mengenali proses perkembangan awal kehidupan manusia yang tidak dapat diamati di rahim. Stem sel juga digunakan untuk riset, percobaan obat-obat baru untuk mengetahui kemujarabannya beserta efek sampingnya, dan terapi gen.</p>
<p>Stem sel atau sel induk adalah sel yang dalam perkembangan embrio manusia menjadi sel awal yang tumbuh menjadi berbagai organ manusia. Stem sel memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, dan sel pankreas. Stem sel juga mampu meregenerasi dirinya sendiri. Menurut The Official National Institute of Health Resource for Stem Cell Research, stem sel ini ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh.</p>
<p>Berdasarkan sumbernya, sel induk dibagi menjadi zigot, yaitu tahap sesaat setelah sperma bertemu sel telur. Adapun stem sel embrionik adalah sel yang diambil dari inner cell mass, suatu kumpulan sel yang terletak di satu sisi blastocyst yang berusia lima hari dan terdiri atas seratus sel. Sel ini dapat berkembang biak dalam media kultur optimal menjadi berbagai sel, seperti sel jantung, sel kulit, dan saraf.</p>
<p>Sumber lain adalah stem sel dewasa, yakni sel induk yang terdapat di semua organ tubuh, terutama di dalam sumsum tulang dan berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Tubuh kita mengalami perusakan oleh berbagai faktor dan semua kerusakan yang mengakibatkan kematian jaringan dan sel akan dibersihkan. Stem sel dewasa dapat diambil dari fetus, sumsum tulang, dan darah tali pusat.</p>
<p>Sel induk embrionik maupun sel induk dewasa sangat besar potensinya untuk mengobati berbagai penyakit degeneratif, seperti infrak jantung, stroke, parkinson, diabetes, berbagai macam kanker; terutama kanker darah dan osteoarthritis. Stem sel embrionik sangat plastis dan mudah dikembangkan menjadi berbagai macam jaringan sel sehingga dapat dipakai untuk transplantasi jaringan yang rusak.</p>
<p>Keuntungan sel induk dari embrio di antaranya ia mudah didapat dari klinik fertilitas, bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi segala jenis sel dalam tubuh, berumur panjang karena dapat berpoliferasi beratus kali lipat pada kultur, reaksi penolakan juga rendah. Namun, sel induk ini berisiko menimbulkan kanker jika terkontaminasi, berpotensi menimbulkan penolakan, dan secara etika sangat kontroversial.</p>
<p>Sebenarnya transplantai stem sel bukanlah teknik pengobatan baru di dunia kedokteran. Lebih dari 70 tahun lalu, teknik ini telah dicoba pada pasien, yang hingga saat ini berjumlah 5 juta orang. Teknik transplantasi stem sel ini tidak selalu berhasil. Kesulitan mencari mamalia yang sehat dan tidak berpotensi <a title="Cara kerja sel induk" rel="lightbox[den]" href="http://www.beritaindonesia.co.id/images/stories/edisi_cetak/61/kesehatan_2_61.jpg"><img class="alignleft" title="Cara kerja sel induk" src="http://www.beritaindonesia.co.id/plugins/content/jumultithumb/Li4vLi4vLi4vaW1hZ2VzL3N0b3JpZXMvZWRpc2lfY2V0YWsvNjEva2VzZWhhdGFuXzJfNjEuanBnJmFtcDt3PTMwMCZhbXA7aD0zMDAmYW1wO3E9OTA=.jpg" alt="Cara kerja sel induk" width="250" height="193" /></a>menyebarkan penyakit dan kesulitan menciptakan stem sel yang dapat beradaptasi dengan sistem imun penerima menjadi masalah umum pengobatan ini.</p>
<p>Prof Michael Molnar, ilmuwan Amerika yang menciptakan stem sel dari seekor kelinci pada 1998 mengatakan mamalia seperti kelinci memiliki jenis sel yang serupa dengan manusia. Tak sembarang kelinci, kelinci yang diambil selnya adalah pilihan yang telah diteliti selama 30 generasi.</p>
<p>Dalam seminar Stem Cell Transplantation sebagai Alternatif Terapi Pengobatan Berbagai Penyakit (13/10), Prof Molnar menjelaskan hasil riset bersama tim di Bio-Cellular Research Organization (BCRO) di Swiss sejak 1976 dengan menerapkan good manufacturing practice (GMP) dan pengalaman klinis transplantasi. Ia menyimpulkan setiap pasien dengan penyakit berat perlu diberi rangsangan untuk regenerasi sel dari organ yang rusak.</p>
<p>Sampai saat ini lebih dari 5.000 pasien dari seluruh dunia telah menerima transplantasi stem sel dari organisasi penelitian bioselular bimbingan Prof Molnar ini. Managing Director BCRO Indonesia dr. Suharto mengatakan stem sel yang akan ditransplantasikan, dimasukkan ke dalam tubuh manusia melalui injeksi pada organ yang selnya akan diganti.</p>
<p>Kabar gembiranya, kini di Indonesia terapi transplantasi stem sel sudah dapat dilakukan di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Selatan sejak awal tahun ini. Ketua Tim Transplantasi RS Pondok Indah Jakarta Dr Mulyono S mengatakan, hingga saat ini telah melakukan transplantasi stem sel kepada 18 pasien yang sebagian besar penderita Diabetes Mellitus.</p>
<p>Dr. Suharto menambahkan, Majelis Ulama Indonesia tidak melarang sistem pengobatan stem sel karena menggunakan sel binatang halal (kelinci). Keunggulan lainnya, stem sel kelinci temuan Prof Molnar sangat adaptable (mudah beradaptasi) dengan tubuh manusia.</p>
<p>Pengobatan transplantasi stem sel selangkah lebih maju dibandingkan transplantasi organ secara langsung. Pada transplantasi organ perlu diperhatikan risiko operasi pembedahan, keterbatasan pendonor, dan reaksi penolakan si penerima organ. Khusus untuk mengatasi reaksi penolakan, si penerima diwajibkan makan obat penekan imunitas/immunosupresan seumur hidup.</p>
<p>Sedangkan pada transplantasi stem sel reaksi penolakan tidak terjadi. Otomatis, pasien tidak perlu mengonsumsi obat immunosupresan. Kehadiran terapi transplantasi stem sel ini membawa harapan baru pada pasien penyakit berat antara lain diabetes tipe 2 dan campuran, down syndrome, infertilitas, defisiensi hormon, penyakit autoimun, parkinson, kelainan defisiensi imunitas seperti AIDS bahkan kanker.</p>
<p>“Walaupun transplantasi stem sel adalah pilihan pengobatan terakhir. Bukan berarti stem sel adalah ‘obat dewa’ yang dapat menyembuhkan semua jenis penyakit,” kata Prof Molnar. Dia mencontohkan pada kasus penyakit jantung koroner. Terapi stem sel tidak dapat mengatasi penyumbatan darah pada koroner. Yang dapat dilakukan adalah regenerasi sel pada jaringan otot jantung yang rusak dan merangsang pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis). Stem sel dapat ditanam pada salah satu cabang arteri koronaria yang tersumbat atau dengan pendekatan angiography ke dalam otot jantung yang mengalami kerusakan.</p>
<p>Keberhasilan terapi transplantasi stem sel sangat tergantung dengan kondisi pasien. Setiap penerima donor wajib menjalani prosedur detoksifikasi dengan cara tidak mengonsumsi obat, alkohol, rokok, dan tidak tinggal di daerah yang energi elektromagnetiknya kuat.</p>
<p>“Penerima stem sel harus memiliki lingkungan sesehat mungkin agar stem sel yang ditanam dapat hidup. Mengingat stem sel itu adalah sel muda yang sangat sensitif terhadap segala jenis toksin. Penanaman stem sel harus sesegera mungkin karena hanya bertahan selama tiga hari. Penerima stem sel perlu dirawat pasca transplantasi selama 10 hari.” urai dr Suharto.</p>
<p>Mengingat prosedurnya yang sulit dan tingkat keakuratannya yang tinggi, transplantasi stem sel tentu tidak murah. Tapi bila dibandingkan dengan transplantasi organ yang mengeluarkan biaya operasi pembedahan dan pembelian obat immunosupresor seumur hidup, rasanya transplantasi stem sel menjadi lebih hemat.<br />
Ironisnya di negara asal penelitian BCRO, Swiss, transplantai stem sel banyak dipalsukan. Oknum tenaga farmasi sering mengaku memiliki bahan sel berwujud padat buatan Jerman, yang akan mencair bila sudah berada di dalam tubuh. Penyuntikan zat yang seolah-olah stem sel ini pastinya tidak akan hidup dan tidak ada manfaatnya. DGR (Berita Indonesia 61)</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stem_cell.jpg" alt="Stem Cell Diagram" width="440" height="462" /></p>
<p style="text-align:left;">Sumber Kutipan dan Gambar:</p>
<p style="text-align:left;">http://translate.googleusercontent.com/translate_chl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;tl=id&amp;amp;u=http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/cellrepair.html&amp;amp;prev=hp&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhiIwvf7vbrHssa4xocCg4CbJcxjNQ</p>
<p style="text-align:left;">http://www.guardian.co.uk/science/2009/jan/08/stem-cells-bone-marrow-heart-attack</p>
<p style="text-align:left;">http://charmedkath.blogspot.com/2009/01/great-moral-dilemma-use-of-embryonic.html</p>
<p style="text-align:left;">http://www.beritaindonesia.co.id/kesehatan/menelisik-transplantasi-stem-sel/ www.stemcells.nih.gov</p>
<p style="text-align:left;">http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_punca</p>
<p style="text-align:left;">Laporan Tugas Kuliah Anatomi Fisiologi Manusia 1 Punya Saya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salshanugraha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salshanugraha.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=3&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/06/stem-sel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23ce184ec6754ab9ee8dd111253afa0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2009/01/08/StemCell.article.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stem cell emerging from bone marrow</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_uf4K-brrJuk/SXviqUYsuDI/AAAAAAAAAlE/RAolnc_8stc/s320/Embryonic+Stem+Cell.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://salshanugraha.files.wordpress.com/2009/11/blastocyst1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blastocyst</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell2_neuron.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bagaimana Sel Stem Cells Turn Into Mature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell3_neuron.gif" medium="image">
			<media:title type="html">This Is A Nerve Cell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell_2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ini Digunakan Untuk Be A Stem Cell Tapi It Turned Into A Nerve Cell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stemcell4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">This Is Syaraf lain Cell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.beritaindonesia.co.id/plugins/content/jumultithumb/Li4vLi4vLi4vaW1hZ2VzL3N0b3JpZXMvZWRpc2lfY2V0YWsvNjEva2VzZWhhdGFuXzJfNjEuanBnJmFtcDt3PTMwMCZhbXA7aD0zMDAmYW1wO3E9OTA=.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cara kerja sel induk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.odec.ca/projects/2004/mcgo4s0/public_html/t5/stem_cell.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stem Cell Diagram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/06/hello-world/</link>
		<comments>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/06/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salshanugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=1&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salshanugraha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salshanugraha.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salshanugraha.wordpress.com&amp;blog=10304638&amp;post=1&amp;subd=salshanugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salshanugraha.wordpress.com/2009/11/06/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23ce184ec6754ab9ee8dd111253afa0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
